Kenali penyakit kencing manis

Posted by in Kesehatan keluarga, Promo Terbaru | 0 comments

Diabetes Melitus (DM) tipe 2, menurut American Diabetes Association (ADA) adalah kumpulan gejala yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah dalam tubuh  akibat  terganggunya pada kerja insulin  dan pengeluaran  insulin atau kedua-duanya. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013,  terjadi peningkatan dari 1,1% (2007) menjadi 2,1% (2013). Proporsi penduduk ≥15 tahun dengan diabetes mellitus (DM) adalah 6,9%.WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM tipe 2 di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Senada dengan WHO, International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2009, memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM dari 7,0 juta pada tahun 2009 menjadi 12,0 juta pada tahun 2030. Meskipun terdapat perbedaan angka kejadiannya, laporan keduanya menunjukkan adanya peningkatan jumlah penyandang DM sebanyak 2-3 kali lipat pada tahun 2030.

Ada gejala yang dirasakan oleh penderita diabetes ini, dan oleh tenaga kesehatan di kenal dengan istilah 4P, yakni Polifagi, Polidipsi,Poliuri dan Penurunan Berat badan drastis yang tidak diketahui sebabnya.

1. Poliuri atau sering buang air kecil dengan volume yang banyak, apalagi pada malam hari. Mengapa demikian? Jika kadar gula darah melebihi nilai ambang ginjal atau lebih dari 180 mg/dl, maka gula akan keluar bersama urine. Untuk menjaga agar urine yang keluar, yang mengandung gula itu, tak terlalu pekat, tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga volume urine yang keluar banyak dan kencing pun menjadi sering. Hal tersebut akan sangat sering sehingga pada malam hari bisa mengganggu tidur.  

2. Polidipsi atau sering kali merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya. Dengan begitu banyaknya urine yang keluar, badan akan kekurangan air atau dehidrasi. Untuk mengatasi hal tersebut, timbullah rasa haus sehingga orang ingin selalu minum dan ingin yang dingin, manis, segar, dan banyak. Minuman manis akan sangat merugikan karena membuat kadar gula semakin tinggi.  

3. Polifagi atau nafsu makan meningkat dan kurang tenaga. Pada diabetes, karena insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang sehingga energi yang dibentuk pun kurang. Itu sebabnya orang menjadi lemas. Dengan demikian, otak juga mengira bahwa kurang energi itu terjadi karena kurang makan. Oleh karena itu, tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan rasa lapar sehingga timbulah perasaan selalu ingin makan.

Selain keluhan yang sering terjadi pada penderita diabetes seperti diatas, ada beberapa keluhan yang mungkin terjadi pada penderita ini yakni keluhan tidak khas :

  1. Lemah
  2. Kesemutan (rasa baal di ujung-ujung ekstremitas)
  3. Gatal
  4. Mata kabur
  5. Disfungsi ereksi pada pria
  6. Pruritus/ gatal gatas pada bagian dalam kemaluan  wanita
  7. Luka yang sulit sembuh

 

Penderita Diabetes mempunyai faktor risiko seperti dibawah ini, semakin banyaknya faktor resiko yang terjadi dalam seseorang, maka angka kejadian diabetes pada orang yang mempunyai faktor resiko seperti dibawah ini semakin tinggi :

  1. Berat badan lebih dan obese (Indek Massa Tubuh  ≥ 25 kg/m2)
  2. Riwayat penyakit DM di keluarga
  3. Mengalami hipertensi (Tekanan Darah  ≥ 140/90 mmHg atau sedang dalam terapi hipertensi)
  4. Riwayat melahirkan bayi dengan BBL > 4000 gram atau pernah didiagnosis DM Gestasional
  5. Perempuan dengan riwayat PCOS (polycistic ovary syndrome)
  6. Riwayat GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) / TGT (Toleransi Glukosa Terganggu)
  7. Aktifitas jasmani yang kurang

Kapan dianggap sebagai penderita diabetes? Jika :

 

  1. Gejala klasik DM (poliuria, polidipsia, polifagi) + glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/dL (11,1 mmol/L). Glukosa plasma sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ATAU
  2. Gejala Klasik DM+ Kadar glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dl. Puasa diartikan pasien tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam ATAU
  3. Kadar glukosa plasma 2 jam pada tes toleransi glukosa oral (TTGO)> 200 mg/dL  (11,1 mmol/L) TTGO dilakukan dengan standard WHO, menggunakan beban glukosa anhidrus 75 gram yang dilarutkan dalam air.

Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM, maka dapat digolongkan ke dalam kelompok Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Gula Darah Puasa Teranggu (GDPT) tergantung dari hasil yang diperoleh

Kriteria gangguan toleransi glukosa:

  1. GDPT ditegakkan bila setelah pemeriksaan glukosa plasma puasa didapatkan antara 100–125 mg/dl (5,6–6,9 mmol/l)
  2. TGT ditegakkan bila setelah pemeriksaan TTGO kadar glukosa plasma 140–199 mg/dl pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram (7,8 -11,1 mmol/L)
  3. HbA1C 5,7 -6,4%

Apa komplikasi dari Penyakit ini ?

Karena penyakit ini mengganggu proses metabolisme dalam tubuh, maka sebagian besar tubuh kita yang notabene memerlukan darah akan terganggu, mulai dari sistemik/menyeluruh sampai gejala lokal dimana organ tubuh kita terganggu karena peredaran darah & metabolisme sel oragn tersebut kurang lancar.

Demikian sahabat klinikita, saatnya kita waspada terhadap penyakit diabetes ini, semoga dengan deteksi dini menggunakan alat tes gula yang ke akurasiannya terjamin akan sangat membantu kita. Lebih baik mencegah komplikasi diabetes ini bukan?

 

 

Read More

Hal yang tidak membatalkan puasa dalam upaya medis & kedokteran

Posted by in Ayo berbagi, Kesehatan keluarga | 0 comments

Tulisan ini diambil dari website www.erwanditarmizi.com yang menulis tentang fikih puasa kontenporer masa kini yang berhubungan dengan penatalaksanaan kedokteran dan pengobatan saat ini

Artikel-artikel sebelumnya merupakan ringkasan Ahkamun Nawazil Fish Shiyaam (Fikih Puasa Kontemporer) Dr Muhammad Al Madhaghi. Beliau saat ini bekerja sebagai Konsultan Senior Syariah di Bank Rajhi, Arab Saudi. Beliau merupakan Doktor Fikih dari Universitas Islam Muhammad bin Saud, Riyadh, disertasi beliau mengenai Fikih Kontemporer mengenai Kehamilan & Kelahiran.

Fikih Puasa Kontemporer merupakan makalah yang beliau sampaikan selama Ramadhan di Radio Al Qur’an di Qatar. Alhamdulillah Dr Erwandi Tarmizi yang merupakan teman dan tetangga beliau di Riyadh mendapatkan kopi makalah  tersebut dan diizinkan untuk dipublikasikan.

Seluruh artikel ini telah diterjemahkan oleh ustadz Erfan Doni, Lc, kemudian oleh editor diseleksi mengenai permasalah yang banyak terjadi di Indonesia.

Melalui publikasi ini diharapkan kaum muslimin Indonesia mengetahui bagaimana para ulama berijtihad mengeluarkan hukum-hukum yang bersifat kontemporer-jazaahumullah khair jazaa-. Dengan demikian kita, sesama muslim bisa saling memahami dan menghormati jika ternyata ada terdapat perbedaan pandangan dengan yang selama ini kita yakini, dan apalah ilmu kita dibandingkan kumpulan berbagai pakar yang tergabung dalam OKI.

Dengan membaca artikel-artikel yang telah berlalu semoga kita sebagai muslim bertambah yakin bahwa islam adalah “way of life”, karena hanya dien inilah yang masih berkembang sesuai dengan zaman dan fitrah manusia, bandingkan dengan agama yang lain. Dan yang lebih penting lagi, apakah kita sudah menjadi muslim yang sesuai dengan yang diinginkan oleh Rabb kita?…

Berikut ini kami hadirkan kesimpulan lengkap keputusan Majma’ Al fiqih Al Islami (divisi OKI) dalam rapat tahunan ke X no.93  mengenai hal-hal yang tidak membatalkan puasa, antara lain:

  1. Tetes mata, tetes telinga, cuci telinga, tetes hidung, semprot hidung, apabila dilakukan dengan hati-hati, dan tidak masuk ke tenggorokan.
  2. Memakai obat yang diletakkan di bawah lidah untuk pengobatan dan lainnya apabila dilakukan dengan hati-hati, dan tidak masuk ke kerongkongan.
  3. Sesuatu yang dimasukkan ke vagina seperti supositoria, pencuci vagina atau endoskopi vagina atau jari untuk pemeriksaan kedokteran.
  4. Memasukkan kamera atau spiral dan sejenisnya ke rahim.
  5. Sesuatu yang dimasukkan ke uretra yaitu jalan kencing bagian luar pada laki-laki dan perempuan berupa kateter atau kamera atau bahan pewarna untuk penyinaran, obat atau larutan untuk mencuci kandung kemih.
  6. Membor, mencabut, atau membersihkan gigi, bersiwak, dan menggunakan sikat gigi, apabila berhati-hati dan tidak tertelan ke kerongkongan.
  7. Berkumur-kumur, semprot obat di mulut apabila dilakukan dengan hati-hati, dan tidak tertelan ke kerongkongan.
  8. Suntik obat di kulit, otot, atau pembuluh darah yang cairannya tidak mengandung nutrisi.
  9. Gas oksigen.
  10. Gas bius selama pasien tidak diberikan cairan nutrisi.
  11. Sesuatu yang masuk ke tubuh melalui penyerapan dari kulit seperti minyak, salep, obat tempel kulit yang mengandung bahan obat kimia.
  12. Memasukkan kateter pada arteri untuk menampilkan gambar, pengobatan pembuluh darah jantung, atau yang lainnya di anggota tubuh.
  13. Memasukkan kamera melalui dinding perut untuk pemeriksaan bagian dalam perut atau melakukan operasi.
  14. Mengambil sebagian dari hati atau lainya dari anggota selama tidak menggunakan pemberian infus.
  15. Endoskopi lambung apabila tidak disertai memasukkan cairan (infus) atau bahan lainnya.
  16. Memasukkan alat atau bahan obat ke otak, atau sumsum tulang belakang.
  17. Muntah yang tidak disengaja, bukan dengan sengaja.

Demikian informasi ini disampaikan semoga dapat memberikan pengetahuan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.

Read More

Cacar air jangan diremehkan

Posted by in Kesehatan keluarga | 0 comments

Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella berbagai strain Penyakit ini disebarkan melalui udara. Waktu yang diperlukan mulai dari terpapar/terekspos sampai terkena penyakit dalam tempo 2 sampai 3 minggu. hal ini bisa ditandai dengan badan yang terasa panas.

Gejala Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi. Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam.

Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang. Bila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, tidak ada salahnya bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Biasanya, dokter akan melihat tanda-tanda yang nampak di kulit Anda, misalnya dengan melihat apakah ada bintil-bintil merah di tubuh Anda. Namun, apabila masih ragu, dokter akan melakukan tes laboratorium, yaitu dengan tes darah untuk memastikan apakah Anda mengalami cacar air atau tidak.

Waktu karantina yang disarankan Jika anda atau keluarga anda menderita gejala-gejala tersebut diatas sebaiknya dikarantina/di isolasikan / tidak berhubungan dengan orang lain yang rentan terkena penyakit ini selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air.

Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi.

Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Pencegahan Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh. Pengobatan Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Bagi Anda yang mengalami cacar air namun masih berada pada kondisi yang sehat, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan medis. Cukup dengan minum antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Namun, beberapa orang juga perlu melakukan pengobatan untuk mengatasi penyakit ini.

Bila Anda termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi akan penyakit ini, dokter akan memberikan obat antivirus, seperti asiklovir atau obat lain yang disebut dengan istilah kekebalan globulin intravenous (IGIV). Jenis obat tersebut dapat mengurangi tingkat keparahan dari penyakit. Jika Anda sudah berada pada tahap munculnya komplikasi akibat penyakit ini, dokter akan melakukan pengobatan dengan antibiotik. Namun, bila tidak memberikan efek, mungkin Anda memerlukan rawat inap di rumah sakit. Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi kemungkinan penyakit Anda berkembang semakin parah. Misalnya dengan tidak menggaruk jaringan parut.

Memang luka yang ditimbulkan oleh penyakit cacar air menimbulkan rasa gatal, namun apabila Anda menggaruknya sama saja Anda meningkatkan risiko luka akan terinfeksi. Penyembuhan pun menjadi lambat. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

Beberapa jenis komplikasi lain seperti berikut ini akan terjadi bila Anda tidak melakukan pengobatan: – Infeksi bakteri pada kulit,jaringan lunak, tulang, sendi, atau bahkan aliran darah (sepsis) – Pneumonia – Radang otak (ensefalitis) – Toxic shock syndrome – Sindrom Reye – akan dialami oleh mereka yang sering minum aspirin ketika mengalami cacar air.

Komplikasi seperti yang telah disebutkan di atas lebih berisiko pada: – Bayi yang dikandung oleh wanita yang belum pernah menderita cacar air dan tidak pernah mendapatkan vaksinasi. Hal ini akan berisiko bayi lahir cacat (mengalami kelainan pada anggota tubuh) dan berat badan si bayi sangat rendah, – Bayi yang dikandung oleh wanita yang mengalami cacar air seminggu sebelum kelahiran. Risiko yang akan dialami oleh bayi jauh lebih besar, yaitu bayi dapat mengalami penyakit serius dan jiwanya dapat terancam – Orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu oleh obat ataupun penyakit lain, seperti kanker dan HIV – Orang yang sering mengkonsumsi obat steroid untuk menangani penyakit. Misalnya, anak-anak yang mengidap penyakit asma, penyakit radang kronis dan penggunaan steroid jangka panjang lainnya.

Demikian para pembaca blog ini sebaiknya jangan remehkan penyakit cacar air yang sering ada disekitar kita.

Read More

Bagaimana menangkal Flu

Posted by in Kesehatan keluarga | 0 comments

Influenza, adalah penyakit yang sering kita dengar, dan mungkin penyakit ini sering menyerang kita dan keluarga kita. Flu menjadi ancaman menyiksa di tengah pergantian musim sekarang ini. Selain radang tenggorokan disertai rasa gatal dan sakit saat menelan, flu biasanya juga ditandai hidung berlendir dan tersumbat, demam, badan pegal-pegal, serta nyeri otot.

Jangan buru-buru minum obat. Coba atasi Flu dengan cara alami yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti saran Charles B. Inlander, President of The People’s Medical Society, di webmd.com.
1. Tiup Hidung
Hidung tersumbat sangat menyiksa. Rasanya pasti ingin selalu membuat tekanan di hidung, seperti gerakan menarik ingus. Sesaat mungkin terasa plong, tapi aktivitas ini ternyata justru memperburuk sakit dan berisiko membuat lendir masuk ke paru-paru lalu memicu infeksi. Lebih baik, buat tekanan keluar seperti gerakan meniup dengan hidung agar ingus keluar. Tekan satu lubang hidung lalu tiup sisi satunya hingga ingus bersih. Lakukan bergantian.
2. Beristirahat
Flu menyerang saat daya tahan tubuh lemah. Karenanya, istirahat menjadi salah satu elemen penyembuhan penting karena akan mengembalikan sistem kekebalan tubuh. Selain mempercepat penyembuhan, berbaring atau tidur di balik selimut cukup membantu menyegarkan tubuh yang mulanya lemas.
3. Kumur
Untuk melegakan tenggorokan, coba berkumur dengan air hangat yang dicampur berbagai ramuan herbal atau rempah. Misalkan dengan menambahkan garam mineral, teh raspberry, cuka apel, sage, jahe, dan kunyit. Lakukan empat kali sehari.
4. Minum cairan hangat
Cairan hangat cukup membantu meredakan hidung tersumbat, membantu mencegah dehidrasi, dan dapat menenangkan membran hidung dan tenggorokan yang mengalami peradanggan. Uap yang dirilis minuman hangat membantu mengencerkan lendir.
5. Penguapan
Salah satu cara tradisional untuk mencegah dan mengatasi flu adalah dengan penguapan atau steam. Masukkan air panas ke baskom lalu dekatkan wajah sambil memerangkap uap dengan handuk yang tersampir di kepala. Agar hasilnya lebih efektif, campur dengan rempah yang melegakan hidung dan tenggorokan, seperti minyak eucalyptus, kunyit, dan jahe.
6. Hirup mentol
Oleskan balsam, minyak kayu putih atau salep bermentol di dekat lubang hidung. Selain membuat plong hidung yang tersumbat, ini juga membantu mencegah iritasi kulit di sekitar lubang hidung.
7. Bantal tinggi Ketika tidur
Usahakan selalu menjaga kepala dalam posisi lebih tinggi dari bagian dada. Ini untuk mengurangi pembentukan lendir. Cara terbaik adalah tidur dengan bantal dobel dan wajah menghadap langit-langit.
8. Hirup bawang
Mencium potongan bawang cukup efektif untuk mengatasi hidung tersumbat. Bawang bertindak sebagai katalis untuk mengeluarkan cairan dan membersihkan hidung. Dekatkan potongan bawang di bawah hidung selama sekitar lima menit.
9. Makanan pedas
Bahan kimia Capsaicin yang ditemukan dalam lada atau cabai dapat membantu membersihkan rongga hidung. Saat flu menyerang, coba santap sup hangat dengan taburan lada, atau makanan mengandung kuah pedas.

Demikian beberapa tips yang dapat kita ikuti agar kita dapat menjadikan kita lebih baik

Read More

Serangan Tikus !!!

Posted by in Kesehatan keluarga | 1 comment

Pada Jum’at pagi hari itu tampak kesibukan dari para ibu-ibu kader kesehatan yang sedang berkumpul di salah satu rumah kader. Rumahnya yang terletak di dalam perkampungan tampak tertata rapi. Ibu Sus, dia adalah ketua dasawisma dilingkungan tersebut. Didampingi dengan beberapa tetangganya yakni bu Bejo, bu Sadiman dan Bu Upik mereka berkumpul menunggu kedatangan petugas kesehatan yang dijadwalkan datang pada pagi hari itu. Tak lama kemudian datanglah motor berwarna merah memasuki halaman rumah bu Sus. Dan tampak ibu-ibu kader kesehatan yang sudah lama menunggu menyambut kedatangan petugas kesehatan tersebut.
” Selamat datang Mas Andi, kok tumben telat?” tanya Bu Sadiman kepada petugas kesehatan tersebut
” Iya bu Iman, maaf terlambat soalnya saya baru mendapatkan laporan dari tetangganya saya, katanya sudah 2 hari ini putranya matanya tampak kekuningan, ahkirnya saya sempatkan melihat kondisi anak tetangga saya itu bu” jawab Andi, petugas kesehatan dari salah satu instutusi kesehatan swasta.
” wah penyakit kuning mas ya, apa jangan-jangan itu sakit liver?” sahut bu Sus menimpali
” Iya bu Sus, kemungkinan ada, tetapi kok saya curiga terhadap Leptospirosis ya bu, karena ahkir-ahkir ini kata tetangga saya banyak tikus yang berkeliaran di rumahnya” jawab Andi
” Penyakit pes ya Mas Andi” sahut bu Upik, ibu kader cantik yang masih tampak berusia 30 tahunan
” Iya bu, biasanya masyarakat kita mengenal penyakit Leptospirosis dengan sebutan penyakit Pes tikus, penyakit ini sudah lama sering menyerang di kota kita sejak dahulu, tetapi kasus yang dicatat di DKK terus meningkat sejak tahun 2006 ada 31 kasus, kemudian tahun 2007 ada 8 kasus dan terahkir tahun 2008 kemarin melonjak hingga 178 kasus. Jadi di kota kita ini serangan penyakit tikus tampak lebih gencar dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi jika ada kasus yang tidak dilaporkan ke DKK, jelas kasusnya akan lebih banyak dari yang tercatat saat ini ”
“Wah gawat ya mas , padahal siapa yang tidak geli melihat ulah tikus di acara TV kartun Tom and Jery, atau melihat Mickey Mouse, pada film kartun itu tikus tampak lucu dan menyenangkan, sekarang tikus semakin pinter ya” Sahut bu Upik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
” Oya, kemarin anak lelaki saya memberi umpan lem tikus di dapur rumah saya” sahut bu Bejo; kemudian ada tikus yang kena lem tikus, tetapi tak lama kemudian ada tikus lain yang lebih besar membawa plastik bekas bungkus makanan dan menaruhnya di tempat lem tikus itu diletakkan, kemudian tikus besar tersebut dengan sekuat tenaga tampaknya ingin menolong tikus yang terkena lem itu.Wah saya jadi ketawa melihatnya bu”
” Wah memang tikus sekarang sudah pinter, mungkin banyak menonton film kartum Tom and Jerry ya” timpal Andi petugas kesehatan.
Pagi hari itu tampak diskusi yang seru antara ibu-ibu kader kesehatan dan petugas kesehatan yang berasal dari institusi swasta yang memang pendidikannya seorang perawat. Jum’at pagi memang khusus diadakan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk selalu peduli tentang kesehatan lingkungannya dengan cara membersihkan sarang nyamuk. Tetapi pada pagi hari itu, ada topik baru yakni menjaga kesehatan lingkungan dengan cara membersihkan lingkungan agar terbebas dari tikus sehingga akan mengurangi terjadinya penyakit Leptospirosis.
” Mas Andi, bagaimana cara penularan penyakit pes ini ya?” tanya bu Upik
” O ada beberapa cara yakni Secara Langsung : melalui darah, urine, cairan tubuh penderita kemudian dapat melalui hewan yang terkena penyakit ini. Kemudian secara tidak langsung yakni kontak dengan genangan air, sungai, selokan atau saluran air dan lumpur. Biasanya manusia kontak dengan air, tanah/ lumpur, tanaman yg tercemar air seni hewan penderita leptospirosis kemudian bakterinya masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir/mukosa (mata, hidung, atau kulit yang lecet).
Jarang terjadi penularan melalui gigitan binatang atau penularan langsung antara manusia dengan manusia. ”
” O begitu ya mas, Sedangkan hewan yang biasanya membawa penyakit ini apa saja ya, selain tikus ?” tanya bu Upik lagi, memang bu Upik ingin mengetahuinya karena dia mempunyai anak laki-laki berusaia tahun yang senang bermain dengan binatang.
” Selain tikus penyakit ini dibawa oleh babi, sapi, kambing, domba, kuda, kucing, serangga, burung dan insektivora ( landak, kelelawar, tupai) sedangkan rubah dapat menjadi carrier Leptospira. Jadi hati-hati jika mempunyai binatang peliharaan seperti kucing, burung, kuda atau sapi. Biasanya mantri hewan sudah menawari untuk vaksinasi penyakit ini, karena penyaki ini mematikan hewan yang dikenainya, Apalagi hewan kucing yang mahal-mahal biasanya dokter hewan sudah menawari untuk vaksinasi”
” Sedangkan apa tanda-tandanya jika mengenai manusia ya mas?”
” Memang susah untuk menegakkan dignosa dari penyakit ini, biasanya manusia bisa menjadi kuning untuk lepto yang berat dan tidak menjadi kuning jika masih ringan. Tanda-tanda awalnya berupa demam 3 – 7 hari kemudian di iringi dengan nyeri perut sampai mutah, dan tanda khasnya pada bola mata akan tampak kemerahan seperti ada darah di sekitar lensanya, sehingga tampak seperti belekan berat. Untuk Lepto yang berat bisa mengakibatkan kuning di mata dan kulit, kemudian menyerang ginjal menjadi gagal ginjal akut bahkan menyerang jantung menjadi miokarditis. Setelah itu bisa mengakibatkan kematian.Angka kematian penyakit ini cukup tinggi karena menyerang organ-organ penting bagi kehidupan, jadi jangan di sepelekan”
” iih seereem…” terak ibu-ibu secara berbarengan
” Jadi bagaimana dong untuk mencegahnya agar penyakit ini tak menulari kita-kita” Tanya bu Sus, karena dia ketua Dasa Wisma sehingga dia merasa bertanggungjawab agar warganya terbebas dari penyakit ini.
” Tenang ibu-ibu, ada beberapa cara yakni pengaturan kebersihan lingkungan; amati dan bersihkan selokan, saluran air, air tergenang, tempat tampungan air yang terbuka termasuk kolam renang secara rutin, kemudian bersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang tikus, seperti gudang, tempat yang gelap dan kumuh dan jangan lupa selalu membuang sisa-sisa makanan ke tempat sampah diluar rumah agar tikus tidak masuk kedalam rumah untuk mencari sisa-sisa makanan,dan simpan makanan atau bahan makanan di tempat yang aman dari tikus. Jangan lupa selalu memakai alas kaki yang baik jika berhubungan dengan kondisi tempat yang rawan penularan, dan yang terahkir kontrol perkembangbiakan tikus dengan memberi umpan/ perangkap tikus bila kondisi memungkinkan. Jika mempunyai hewan peliharaan segera hubungi dokter atau mantri hewan agar hewannya di berikan suntikan vaksinasi anti Leptospirosis ini.”
” Wah Mas Andi Hebat ya bisa menjelaskan penyakit ini” kagum bu Upik
” O saya baru belajar tadi malam di Internet, saya baru membuka websitenya Klinikita yaitu www.klinikita.co.id, di sana saya banyak belajar tentang kesehatan. Jadi jika ibu-ibu ingin lebih tahu secara banyak tentang penyakit-penyakit lainnya silahkan belajar di internet dan membuka situsnya Klinikita.”
” O… ternyata mas Andi pinter intenet juga ya, saya juga gak ingin kalah deh sama mas Andi, nanti saya sama ibu-ibu juga ingin ke warnet untuk belajar. Betull ibu-ibu…??” teriak bu Upik
” Okeee… oookeee ” sahut ibu-ibu berbarengan.

Read More

WASPADAI ALERGI TERHADAP OBAT

Posted by in Kesehatan keluarga | 4 comments

Oleh : dr. Maulana Adrian S

Mungkin kita pernah menjumpai teman atau saudara kita mengalami gejala alergi setelah minum obat-obatan tertentu. Dari yang bergejala ringan sampai gejalanya berat dan gawat sampai mengancam nyawa seperti pada sindroma Steven Johnson dan Nekrolisis Epidermal Toksik. Ada banyak hal yang mempengaruhi seseorang itu dapat mengalami alergi, karena setiap individu mempunyai respon imun yang berbeda-beda terhadap suatu obat-obatan tertentu atau zat tertentu. Alergi sebenarnya adalah respon tubuh untuk menanggapi suatu keadaan yang terjadi dalam tubuh yang biasanya terkena paparan alergen atau zat toksik yang mengganggu keseimbangan sistem imun tubuh kita.
Sebenarnya banyak efek toksik obat-obatan yang terjadi pada tubuh seperti pada ginjal, hati dan organ dalam lainnya, tapi yang tersering dijumpai terkena dampak dari efek toksik tersebut adalah kulit,karena kulit mudah dilihat. Gejala-gejala timbul bila kita terkena paparan zat toksik obat-obatan bisa menyerupai gejala yang terjadi pada alergi terhadap makanan, atau zat-zat tertentu selain obat-obatan. Sering dijumpai perubahan bentuk pada kulit dalam waktu dari yang beberapa menit sampai beberapa bulan setelah kita mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala yang terjadi pada kulit
Gejala pada kulit bermacam-macam variasi bentuknya dari yang berupa bintik-bintik kecil kemerahan sampai kulit melepuh seperti luka bakar. Keadaan yang sering terjadi pada kulit adalah urtikaria. Dimana adalah reaksi kulit yang ditandai dengan kulit berasa gatal, panas dan tampak kemerahan sepert plakat, bisa lokal maupun meluas keseluruh tubuh. Biasanya reaksi ini terjadi dalam 24 jam. Jika urtikaria ini sampai mengenai selaput lendir tubuh disebut dengan angioderma. Keadaan ini dapat mengancam jiwa jika disertai dengan reaksi anafilaksis dengan tanda nadi cepat, tensi turun, perasaan gelisah, kacau maka segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan gawat darurat. Urtikaria dapat disebabkan oleh obat golongan NSAID seperti aspirin, indometacin, obat golongan ACE Inhibitor (seperti captopril) dan obat kontras untuk radiologi (obat yang digunakan dalam membantu tindakan radiologi seperti IVP). Urtikaria juga sering terjadi setelah minum obat golongan penicilin dan golongan sulfa (obat typoid.) Sedangkan urtikaria kronik dimana terjadi selama 6 minggu atau lebih biasa disebabkan oleh aspirin dan obat cat rambut. Sedangkan angioderma akan memperlihatkan tanda yang khas dimana tampak bercak kemerahan sampai bintik kemerahan pada selaput lendir seperti pada mukosa mulut, sehingga sering dikelirukan dengan tanda dari faringitis, tonsilitis akut. Jadi jika setelah minum obat beberapa saat kemudian timbul rasa gatal,tebal/bengkak dan kemerahan pada mukosa mulut dan tanpa diserta dengan demam maka layak dicurigai terkena angioderma ,dan hendaknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, karena bisa menjadi udem laring yang dapat mengakibatkan sesak napas.

Selain urtikaria masih ada lagi perubahan pada kulit seperti perubahan warna kulit menjadi agak gelap ,warna bibir jadi kebiru biruan, keluar gelembung kecil sampai besar pada kulit yang berisi cairan, rambut kepala rontok dan bahkan kulit akan mengelupas.Perubahan warna kulit biasanya terjadi pada daerah yang terkena kontak dengan sinar matahari langsung,tapi dapat juga terkena pada seluruh tubuh.Warna kulit berubah jadi biru keabu-abuan setelah menggunakan obat-obatan seperti pil kontasepsi,anti malaria, phenotoin, obat terapi kanker, dan obat yang mengandung logam berat (emas, perak, bismut).
Sedangkan perubahan khas pada mukosa seperti pada bibir atau alat kelamin berubah warna menjadi biru kehitaman dalam istilah ke dokterannya disebut fixed drug eruptions akan timbul setelah minum obat tertentu seperti tetrasiklin, phenolphtalein (obat pencahar dijual bebas),barbiturat, salisilat dan pil kontrasepsi. Reaksi ini akan timbul berulang jika meminum obat tersebut secara berulang.
Erupsi akneiform adalah perubahan pada kulit seperti timbul jerawat, yang mula-mula bintik kecil kemudian berubah menjadi komedo.Sering terjadi didaerah wajah dan badan, ini disebabkan setelah menggunakan obat seperti prednison, hormon androgenik, isoniasid, phenitoin, lithium, halogens dan amiodaron. Kelainan ini dapat timbul tiba-tiba selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Untuk yang mengakibatkan kelainan rambut sehingga mudah rontok disebabkan oleh obat golongan kortikosteroid, obat hormonal seperti pil kontrasepsi, hormon androgen, obat kanker, obat penghambat beta, trazodon, inosiasid, haloperidol dan penithoin.

Sindroma Steven Johnson
Kejadian ini sebenarnya jarang dijumpai, tetapi seiring dengan mudahnya obat diperoleh secara bebas akan meningkatkan angka kejadian ini. Penyakit ini merupakan kumpulan gejala pada satu orang yang meliputi kelainan pada kulit, kelainan pada selaput lendir dan kelainan pada mata. Penyakit ini jarang dijumpai pada anak usia 3 tahun kebawah. Obat-obatan yang di sangka sebagai penyebab antara lain golongan penisilin dan semisintetiknya, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin, obat analgetik-antipiretik seperti metamizol,metampiron, salisilat dan derivatnya/pirasolon, dan parasetamol.
Gejala yang timbul bervariasi dari yang ringan sampai yang berat, dan yang berat biasanya disertai dengan gangguan kesadaran.Mulainya penyakit ini berawal dari minum obat-obatan yang disangka dapat menimbulkan reaksi alergi, keemudian waktu terjadi sindrom ini bisa beberapa jam sampai beberapa bulan. Sebelum menjadi sindroma Steven Johnson, biasanya disertai dengan gejala awal/ masa prodormal. Gejala awalnya memang sulit dibedakan dengan gejala sakit radang tenggorokan biasa, seperti demam tinggi, nyeri kepala, batuk, pilek, nyeri tenggorok dan perasaan malas. Kemudian disertai timbulnya trias kelainan pada kulit, selaput lendir, dan mata.
Kelainan kulit ini pada yang berat biasanya menyeluruh di bagian tubuh dan tampak terdiri atas kulit berwarna kemerahan, bintik-bintik berisi air dengan ukuran dari yang kecil sampai besar, kemudian bintik-bintik tersebut pecah dan bekasnya akan mengelupas sehingga terjadi erosi kulit yang luas. Untuk kelainan pada mukosa yang tersering terjadi pada daerah mulut, lobang alat kelamin, lubang hidung dan anus. Tampak kelainan juga berupa bintik-bintik berisi air kemudian pecah dan mengelupas, kemudain hasilnya berupa krusta berwarna hitam dan tebal, ini tampak jelas pada bibir. Sedangkan di daerah faring, esofagus,dan saluran napas bagian atas juga mengalami kelainan, difaring akan terbentuk membran palsu yang akan menyebabkan keluhan sukar bernapas. Stomatitis atau sariawan pada mukosa mulut akan menimbulkan keluhan sukar atau tidak dapat menelan. Pada mata penderita juga mengalami kelainan berupa konjungtivitis (mata merah), perdarahan mata, ulkus/luka pada kornea, radang iris.
Komplikasi yang timbul pada sindroma ini adalah bronkopneumonia, kehilangan cairan tubuh yang banyak, gangguan elektrolit tubuh, kebutaan dan syok. Sedangkan diagnosis bandingnya adalah Nekrolisis Epidermal Toksik, pada penyakit ini sangat berat dan dapat menimbulkan kematian. Gejala gejalanya hampir sama dengan Sindroma Steven Johnson, yang membedakan adalah pada NET tampak kelainan kulit seperti luka bakar (kulit melepuh dan mengelupas biasanya hampir seluruh bagian tubuh), kuku mudah terkelupas, kesadaran menurun, dan kulit akan mudah mengelupas jika kulit ditekan dan digeser, ini mudah dilihat pada bagian bokong dan punggung karena biasanya penderita berbaring.

Penanganan dan pengobatan
Pada penanganan urtikaria dengan anafilaktik karena merupakan kondisi gawat darurat maka segera minta pertolongan pada dokter terdekat sehingga tidak menjadi keadaan yang dapat mematikan. Sedangkan penanganan pada keadaan tidak gawat darurat maka dilakukan :
1. Obat-obatan tidak pokok yang mengakibatkan reaksi alergi hendaknya dihentikan, untuk mengetahui obat ini pokok atau tidak segera konsul ke dokter pemberi obat tersebut,
2. Obat-obatan yang mengakibatkan reaksi alergi ringan seperti gatal-gatal dan timbul merah pada kulit untuk beberapa saat saja boleh diteruskan, tapi dengan pengawasan dokter, yang dimana bila timbul reaksi melebihi biasanya maka segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.
3. Obat-obatan pokok dengan reaksi alergi yang dapat mengancam jiwa harus dihentikan, konsul ke dokter apakah obat ini diteruskan dengan pemberian dosis bertahap atau diganti dengan obat lain.
4. Sebaiknya pada penderita yang mengalami alergi obat tertentu minta penjelasan pada dokter obat apa saja yang harus dihindari,dan pada penderita yang pernah terjadi reaksi anafilaksis maka sebaiknya minta tanda khusus atau peneng pengenal yang selalu dibawa oleh penderita yang berisi informasi tentang alergi obat tertentu sehingga kalau terjadi reaksi lagi mudah untuk ditangani.
Untuk obat-obatan yang dapat mengurangi gejala dan rasa tidak nyaman boleh diberikan obat yang dijual bebas yang berisi antihistamin, kortikosteroid topikal atau bisa dilakukan dengan kompres air dingin, untuk mengurangi rasa gatal tapi dianjurkan untuk ke dokter agar mendapatkan pengobatan yang sesuai. Sedangkan untuk Sindroma Steven Johnson dan Nekrolisis Epidermal Toksik hanya bisa diobati pada Rumah Sakit yang mempunyai bangsal perawatan spesialis kulit, maka jika ada gejala-gejala seperti tersebut diatas maka segera bawa ke rumah sakit umum terdekat

Read More