Pengelolaan Demam & Kejang Demam pada anak

Posted by in Pertolongan pertama | 1 comment

Ada baiknya untuk mengetahui penatalaksanaan demam sebelum dibawa ke petugas kesehatan. Demam tak selalu harus diberikan pengobatan,apalagi pada anak yang kondisinya baik serta suhunya kurang dari 39.0ºC,dan bila diberi pengobatan suhu tubuh tak perlu harus mencapai normal. Pengobatan sendiri meskipun di USA yang merupakan negara yang maju, sampai sekarang tetap ada, oleh karena ketakutan / “fever phobia” pada orang tua dan pengasuh anak. Dari sebanyak 340 pengasuh anak 89% memberikan antipiretik, karena beranggapan demam berakibat buruk sebanyak 91%, berpendapat merusak otak 21%,dan bisa mematikan 14%.

Dan sebagian besar bukti mengarahkan bahwa panas merupakan respon adaptasi tubuh yang terapinya hanya pada keadaan yang selektif dan atas indikasi tertentu saja. Demam yang perlu diobati pada keadaan seperti anak dengan :
– Keadaan Syok,
– Latar belakang penyakit pada ginjal dan jantung,
– Demam yang tinggi (hiperpireksia > 40.0ºC),
– Kemungkinan heat illness,
– Anak gelisah sehingga perlu membuat rasa nyaman,
– Bagi yang beresiko terjadi kejang demam.

Selama demam dapat mengakibatkan kejang, logikanya pengobatan demam akan menurunkan kejadian kejang demam. Namun kenyataan kebanyakan kejang demam terjadi pada awal terjadinya penyakit dengan demam, dan pengobatan tak mungkin menghilangkan secara total

Pengobatan anak demam selain dengan menggunakan obat antipiretik seperti aspirin, asetaminofen/paracetamol ,dan ibuprofen, bisa juga dengan kombinasi tindakan non farmakologis. Pemberian pengobatan dengan obat antipiretik hanya mengurangi keluhan demamnya saja, yang pasti tak akan merubah perjalanan penyakit infeksinya sendiri.

Pemilihan antipiretik dengan acetaminofen, aspirin, ibuprofen, merupakan obat yang bisa menghambat demam, maka ketiganya adalah obat antipiretika yang efektifitasnya setara. Karena aspirin acapkali dikaitkan dengan terjadinya sindroma Reye maka penggunaan sebagai antipiretik banyak ditinggalkan, maka pengobatan sekarang cenderung menggunakan acetaminofen serta ibuprofen yang tak pernah ada laporan dengan terjadinya sindroma Reye.

Efektifitas Ibuprofen dibandingkan acetaminofen ternyata lebih baik oleh karena efek lebih lama, serta punya khasiat anti radang/ inflamasi. Perlu ditambahkan reaksi inflamasi sebagai bagian reaksi imunologis juga sebagai penyebab kerusakan jaringan serta rasa tidak nyaman penderita dengan demam.

Efek jelek ibuprofen secara umum bisa diterima,yakni terjadinya tukak lambung/ gangguan pencernaan ,perdarahan di daerah lambung dan usus/gastrointestinal, mengurangi aliran darah ke ginjal, dan mengganggu fungsi hati akan lebih sering terjadi dibandingkan acetaminofen. Secara nyata pemberian dosis terapi acetaminofen secara tepat, bebas dari efek samping. Namun jika overdosis keduanya bisa berakibat fatal. Kematian dari over dosis acetaminofen karena rusak pada hati dan ginjal ,sedang kematian over dosis ibuprofen dan aspirin, diakibatkan oleh gangguan pada jaringan syaraf dan terjadi apneu/ tidak bernapas karena saraf pernafasan rusak. Tak ada data keamanan serta efektifitas dari terapi kombinasi acetaminofen dengan ibuprofen, karena secara teoritis beresiko terjadi jejas renal (renal injury) sehingga ada indikasi jangan diberikan. Dari toksisitas yang diakibatkan, nampaknya pilihan sebagai pengobatan rutin adalah acetaminofen/ paracetamol.

Direkomendasikan pemberian antipiretik dimulai dengan acetaminophen/ paracetamol adalah 10-15 mg/kg Berat Badan setiap 4-6 jam. Bila panas tetap naik, beralasan jika pengobatan digantikan dengan ibuprofen 10 mg/kg Berat Badan setiap 6-8 jam.
Selain diberikan antipiretik untuk mengurangi demam dapat diberikan pendinginan eksternal seperti penyekaan dengan air hangat-hangat kuku berguna dalam menurunkan suhu tubuh, daripada penggunaan antipiretik saja, dan sebaiknya dilakukan setelah 30 menit pemberian acetaminofen. Meskipun secara kombinasi penyekaan dan antipiretik, lebih cepat menurunankan panas, pada anak panas yang masih nampak baik, dapat menambah ketidak nyamanan. Jangan digunakan alkohol untuk menyeka, karena dapat menguap dan terhirup ,serta dapat menembus kulit, sehingga terjadi efek toksik pada susunan saraf pusat.

Tindakan lain seperti menambah jumlah cairan yang masuk tubuh, dengan menganjurkan banyak minum, serta jangan membungkus anak dengan pakaian yang berlapis. Alasannya pada anak demam akan kehilangan cairan lebih banyak, karena terjadi banyak berkeringat, dan kehilangan lewat saluran nafas karena frekwensi nafas bertambah.
Hal penting perlu digaris bawahi, bahwa antipiretik hanya digunakan sebagai pengobatan simtomatik/ mengurangi gejala demam saja. Selama sebagian besar penyakit demam pada anak adalah penyakit virus yang sembuh dengan sendirinya, pemberian antipiretik berkepanjangan tak diperlukan. Jika dalam waktu 4 sampai 5 hari panas tetap tinggi, atau terjadi atau muncul gejala yang sifanya lokal, harus segera dievaluasi dengan membawa kepetugas kesehatan terdekat.

Sedangkan untuk kejang karena demam Obat yang praktis dan dapat diberikan oleh orang tua atau orang lain di rumah adalah diazepam rektal / stesolid lewat dubur. Dosis diazepam rektal adalah 0,5 – 0,75 mg/kg Berat Badan atau diazepam rektal 5 mg untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dan 10 mg untuk berat badan lebih dari 10 kg. Atau diazepam rektal dengan dosis 5 mg untuk anak di bawah usia 3 tahun atau dosis 7,5 mg untuk anak di atas usia 3 tahun. Kejang yang belum berhenti dengan diazepam rektal dapat diulang lagi dengan cara dan dosis yang sama dengan interval waktu 5 menit. Bila 2 kali dengan diazepam rektal masih kejang, dianjurkan ke rumah sakit.

Read More

Pertolongan pertama pada saat perdarahan

Posted by in Pertolongan pertama | 0 comments

Setiap perdarahan dibagian manapun dalam tubuh manusia mempunyai potensi untuk infeksi, sebelum mencoba untuk menolong/menghentikan perdarahan perhatikan terlebih dahulu tangan penolong yang akan mencoba menghentikannya. Gunakan sarung tangan agar luka tidak terpapar infeski dari luar atau kita sebagai penolong tidak terkena infeksi dari darah yang keluar. Setiap cairan tubuh yang keluar termasuk darah mempunyai potensi membawa penyakit. Waspada penyakit yang ditularkan melalui darah seperti HIV, Hepatitis. Jika tidak ada sarung tangan, upayakan menghentikan pendarahan dengan media perantara seperti plastik bersih, kertas bersih, ataupun kain bersih.

Cara menghentikan perdarahan berat :
• Jika perdarahan banyak dan korban tidak sadar segera teriak minta bantuan orang sekitar.
• Jaga korban pada tempatnya, jangan dipindah-pindahkan
• Lihat luka yang mengeluarkan perdarahan, gunakan media bersih seperti kain, atau perban untuk menekan secara langsung keluarnya darah, jika kain basah dan darah tetap keluar ,ambil kain atau perban lagi, tutupkan di kain/perban yang pertama jangan diambil.Tekan daerah yang keluar darah kira-kira 15 menit.
• Jika 15 menit perdarahan tetap tidak mau berhenti, tekan titik lewatnya pembuluh darah besar disekitar luka, seperti di bawah lengan kedua tangan atau di pangkal paha,pergelangan tangan,punggung telapak kaki, pembuluh besar leher dan pembuluh darah diatas lutut. lebih baik lakukan tekannan pada titik tersebut daripada menggunakan torniket/tali pengikat.
• Jangan mengambil benda asing yang mengakibatkan perdarahan, jika mau menutup kuka,tutuplah disekitar benda yang mengakibatkan perdarahan, pengambilan benda serahkan kepada dokter.
• Jika tidak ada tanda patah tulang disekitar perdarahan, perlahan-lahan angkat luka lebih tinggi daripada jantung korban dan jauhkan dari benda-benda berbahaya
• Ketika perdarahan sudah berhenti,jaga korban agar tetap hangat, beri korban selimut, dan lihat tanda-tanda syok/kekurangan cairan akibat perdarahan
• Hubungi dokter terdekat untuk menutup luka dan menangani selanjutnya.

Cara menutup luka
1. Bersihkan tangan penolong menggunakan sabun dan air mengalir, cuci tangan sedemikian sehingga bersih, jika tidak ada air mengalir gunakan obat antiseptik yang dijual dipasaran
2. Ambil kasa/perban basahi dengan obat merah usapkan ke arah luka sehingga luka basah dan darah kering juga ikut terangkat. Usap perlahan-lahan pada luka usahakan tidak memperparah luka dengan timbulnya pendarahan baru.
Syok
– Syok atau gangguan peredaran darah dalam tubuh dimana kejadian ini dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara dini. Syok salah satunya disebabkan oleh perdarahan. Ada beberapa tanda khas yang timbul seperti nadi pembuluh darah yang lemah ,tidak teratur atau bahkan cepat sekali pada saat awal syok, tubuh pucat, tangan dan kaki dingin, pernapasan tidak teratur cepat dan dangkal, dan biasanya kesadaran menurun seperti cemas, bingung bahkan pingsan.
– Langkah yang harus diambil adalah segera minta bantuan orang lain untuk menemani, baringkan korban ditempat datar dengan kaki diangkat kira-kira 30 cm sehingga darah dapat mengalir menuju otak, pertahankan mulut terbuka sehingga pernapasan tidak tertutup/terganggu, jangan beri makan & minum, jangan diberi bantal dibawah kepala, jangan berikan pemanas tubuh secara langsung, gunakan selimut.
– Syok penangannan yang lebih lanjut akan memerlukan masukan cairan tubuh yang cukup, memasukkan infus adalah alternatif terahkir jika kondisi penderita sudah tidak dapat menerima cairan melalui mulut.

Read More

Pertolongan Pertama Saat Tersedak

Posted by in Pertolongan pertama | 1 comment

Tersedak adalah masuknya benda asing ke dalam tengorokan jalur udara untuk bernafas. Benda asing tersebut biasanya makanan atau benda-benda mainan yang dimasukkan ke dalam mulut. Kejadian ini sangat berbahaya karena otak hanya mempunyai waktu tidak lebih dari 3 menit untuk bertahan tanpa oksigen, sehingga jika mengalami tersedak ada beberapa tanda-tanda yakni terbatuk-batuk, mengeluarkan suara aneh, korban memegang tenggorokan dengan kedua tangan, mata melotot wajah tampak pucat biru keabu-abuan, tidak bisa bicara, tidak bisa bernafas, dan hilang kesadaran atau kejang-kejang.

Apa yang dilakukan :
A. Jika yang tersedak bayi
– Teriak minta pertolongan
– Posisikan bayi tengkurap dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuhnya diatas paha & lutut penolong, tahan dagu bayi menggunakan tangan kiri, arahkan telapak tangan kanan penolong ke punggung bayi, tepuk punggung bayi keras sebanyak 5 kali, hentikan jika bayi menangis atau benda yang menyumbat keluar.
– Jika jalan nafas tetap tersumbat, balik posisi bayi menjadi terlentang menghadap penolong, posisikan kepala bayi tetap lebih rendah dari badannya. Gunakan jari tengah dan jari manis tangan kanan penolong untuk menekan perut tengah dibawah tulang rusuk dengan keras sebanyak 5 kali, ulangi sampai benda keluar atau jalan nafas longgar
– Jika bayi belum bernafas, bersihkan mulut bayi menggunakan jari tangan, letakkan bayi diatas meja, dorong dagu bayi keatas, buka mulutnya dan berikan pernapasan buatan. Berikan pernapasan dari mulut penolong ke hidung dan mulut bayi sebanyak 2 kali hembusan, hembuskan sekeras mungkin sampai dada mengembang
– Jika dada tetap tidak dapat mengembang, buat pernafasan buatan sampai penolong datang/tempat perpotongan, Hembuskan nafas buatan ke hidung dan mulut bayi sebanyak 2 kali kemudian tekan dada bayi menggunakan jari tangan, ulangi langkah ini sampai bayi bernafas atau penolong datang.

B. Jika yang tersedak anak atau dewasa
– Teriak minta tolong atau bantuan jika melihat korban sendirian
– Pastikan terlebih dahulu korban itu tersedak, tanya apakah anda baik-baik saja? Jika bisa menjawab berarti tidak ada masalah dengan tenggorokannya
– Cara yang paling sesuai untuk menolong adalah dengan manuver Heimlich, yaki dengan cara :
1.Berdiri di belakang orang yang tersedak. Lingkarkan kedua tangan Anda di pinggangnya. Bungkukkan /condongkan korban sedikit ke depan.
2.Kaitkan tangan satu dengan yang lain, Kepalkan salah satu tangan penolong dan taruh di bagian atas pusar korban.
3. Genggam erat kepalan itu dengan tangan lain dan tekan kuat-kuat ke arah perut dengan cepat ke atas, seolah-olah ingin mengangkatnya dari lantai. Tindakan ini akan mengangkat diafragma, menekan paru-paru, dan memaksa udara keluar dari paru-paru.
4. Ulangi tindakan ini sampai makanan atau sumbatan lainnya keluar.

– Jika korban tidak sadar, tidurkan korban ditempat yang datar, periksa mulut korban, angkat dagu dan tarik lidah kedepan. Lihat di pangkal lidah apakah ada benda asing yang menyumbat, coba ambil benda tersebut dengan jari telunjuk dari samping ke depan jika benda asing itu terlihat. Jangan sekali-kali mencoba mengambil benda asing jika benda tersebut tidak terlihat karena benda tersebut akan masuk lebih dalam lagi.
– Lihat,raba dan rasakan apakah korban sudah bisa bernafas, pastikan telinga penolong ke arah murut korban,dan mata penolong melihat dada korban, jika ada pergerakan dada maka korban sudah bisa bernafas.
– Jika korban sudah bisa bernafas tetapi masih belum sadar, berikan pertolongan pertama bagi korban pingsan.

C. JIKA YANG TERSEDAK ANDA SENDIRI
– Jika anda masih bisa bicara maka berteriakla minta tolong
– Jika anda tidak bisa bicara cari cara untuk menarik perhatian orang lain agar mau menolong anda
– Sambil mendapatkan pertolongan, buat kepalan kedua tangan anda di depan perut, taruh diatas pusar seperti orang sholat tapi siku anda mengarah dari luar ke dalam, tekan perut keras-keras kearah atas / tulang dada. Lakukan hal ini berulang-ulang sampai napas anda lega
– Jika dengan cara tesebut tidak memungkinkan ada alternatif lain, cari kursi yang mempunyai sandaran, atau benda lain yang mempunyai pinggir keras, taru sandaran kursi itu di perut anda diatas pusar, dorong tubuh anda kearah sandaran kursi sehingga perut tertekan, dorong tubuh anda berkali-kali sampai pernafasan anda lega.
– Jika Anda bisa melihat benda yang menyumbat dan bisa diambil dari jari tangan lakukan, jika benda tersebut tidak terlihat jangan lakukan karena benda tersebut akan terdarong kedalam lebih masuk lagi.
– Jika anda berhasil membebaskan jalan nafas anda, cari pertolongan ke dokter terdekat atau fasilitas instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat untuk diberikan perawatan lebih lanjut.

Read More