Usaha di bidang kesehatan tidak tabu lagi

Kesehatan tidak tabu di bisniskan lagi, industri kesehatan di Indonesia semakin menebarkan aroma wangi yang memikat kepada banyak pemodal baik dari dalam negeri dan luar negeri. Melonjaknya permintaan masyarakat atas jasa layanan kesehatan baik primer maupun yang premium mendorong banyaknya pemodal untuk mengambil wanginya industri kesehatan ini. Pelayanan kesehatan di Indonesia semakin menggelembung, karena pelayanan kesehatan menurut Maslow adalah kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan yang di cari ini membukukan pertumbuhan rata-rata 14% pertahun di Indonesia jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata hanya 5% pertahunnya.

Menurut analisa lembaga Frost & Sullivian yang kami ambil dari Majalah SWA Edisi Mei 2015,  akan terjadi peningkatan yang signifikan dalam 3 tahun mendatang.  Pengeluaran perkapita penduduk Indonesia untuk layanan kesehatan di tahun 2014 sebesar 109 US Dolar akan meningkat ditahun 2018 menjadi 237 US Dolar perkapita. Jika di rupiahkan maka pengeluaran total penduduk Indonesia  untuk layanan kesehatan secara keseluruhan adalah 800 Triliunan di tahun 2018. Seiring dengan di canangkan Program BPJS dimana tahun 2019 Seluruh Penduduk Indonesia wajib mengikuti program ini. Di tahun 2014 BPJS membukukan total iuran dari kepesertaannya sebesar 40,72 Triliun untuk 133 juta peserta di akhir tahun 2014 atau sekitar 53% dari total penduduk Indonesia. Sedangkan diperkirakan pengeluaran perkapita total penduduk Indonesia untuk layanan kesehatan di tahun 2014 adalah sebesar 360 Triliun, sehingga porsi iuran BPJS di tahun 2014 hanya sebesar 11% dari total pengeluaran perkapita Indonesia atau kurang lebih 1/5 dari total pengeluaran total penduduk Indonesia perkapita jika seluruh penduduk Indonesia mengikuti Program BPJS.

Masih ada 4/5 bagian yang dikeluarkan oleh penduduk indonesia dalam belanja pelayanan kesehatannya. Mereka akan belanja pelayanan kesehatan dari dalam negeri ataupun dari luar negeri, dari yang tradisional maupun yang bertekhnologi canggih dan modern.

Jadi masih besar peluang yang terbuka untuk turun dalam bisnis kesehatan di Indonesia. Tidak heran banyak perusahaan konglomerat dari dalam negeri ataupun luar negeri menyambut gelombang pasang di bisnis kesehatan ini. Walaupun telah terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari 5,78% di tahun 2013 menjadi 5.02% di tahun 2014, dan akhir-akhir ini dengan pelemahan ekonomi secara global di tahun 2015, laba pemain di Industri kesehatan malah semakin meningkat, kita tengok untuk rumah sakit swasta di kuartal pertama 2015 ini, Grup Siloam membukukan laba 28,4%,Grup Omni 24,5%, Jauh diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya 5%.

Terlebih lagi kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di tahun 2015 Kunjungan Wisatawan Manca Negara sebanyak 10.406.759 orang. Dan di tahun 2016 ini kunjungan wisatawan manca negara mengalami kenaikan 8,9% dibanding tahun 2015. Sehingga peluang untuk mendirikan klinik kesehatan yang melayani wisatawan manca negara semakain terbuka lebar. Disamping wisatawan manca negara, Indonesia merupakan tempat tujuan insvestasi yang sangat di cari oleh negara lain, sehingga para penduduk negara Asing akan berkunjung ke Indonesia sebagai pekerja ataupun sebagai pengunjung untuk mendapatkan informasi pekerjaan ataupun bekerja secara lepas di Indonesia. Sejak di terapkannya Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015, peluang untuk mendirikan klinik kesehatan yang khusus melayani para penduduk asing sangat terbuka lebar.

Saatnya kita mulai sadar, mau tidak mau kesehatan telah menjadi ladang bisnis yang menggiurkan, sekarang bagaimana kita menyikapinya, apakah ladang kesehatan ini kita relakan untuk diolah oleh beberapa kelompok pemodal besar dari luar negeri ataupun dalam negeri, atau kita bersama sama mengolah ladang kesehatan ini dengan kearifan lokal yang kita miliki?

Silahkan kunjungi pameran-pameran yang di ikuti Klinikita dalam mensosialisasikan waralabanya. Jika anda berminat mendirikan klinik kesehatan bersama waralaba Klinikita, silahkan kunjungi web kami  di http://franchiseklinik.com  atau telpon ke bpk Murtiono 081542227732 atau 0247466488

Selamat melihat peluang emas dalam mendirikan klinik kesehatan bersama Klinikita