Serangan Tikus !!!

Pada Jum’at pagi hari itu tampak kesibukan dari para ibu-ibu kader kesehatan yang sedang berkumpul di salah satu rumah kader. Rumahnya yang terletak di dalam perkampungan tampak tertata rapi. Ibu Sus, dia adalah ketua dasawisma dilingkungan tersebut. Didampingi dengan beberapa tetangganya yakni bu Bejo, bu Sadiman dan Bu Upik mereka berkumpul menunggu kedatangan petugas kesehatan yang dijadwalkan datang pada pagi hari itu. Tak lama kemudian datanglah motor berwarna merah memasuki halaman rumah bu Sus. Dan tampak ibu-ibu kader kesehatan yang sudah lama menunggu menyambut kedatangan petugas kesehatan tersebut.
” Selamat datang Mas Andi, kok tumben telat?” tanya Bu Sadiman kepada petugas kesehatan tersebut
” Iya bu Iman, maaf terlambat soalnya saya baru mendapatkan laporan dari tetangganya saya, katanya sudah 2 hari ini putranya matanya tampak kekuningan, ahkirnya saya sempatkan melihat kondisi anak tetangga saya itu bu” jawab Andi, petugas kesehatan dari salah satu instutusi kesehatan swasta.
” wah penyakit kuning mas ya, apa jangan-jangan itu sakit liver?” sahut bu Sus menimpali
” Iya bu Sus, kemungkinan ada, tetapi kok saya curiga terhadap Leptospirosis ya bu, karena ahkir-ahkir ini kata tetangga saya banyak tikus yang berkeliaran di rumahnya” jawab Andi
” Penyakit pes ya Mas Andi” sahut bu Upik, ibu kader cantik yang masih tampak berusia 30 tahunan
” Iya bu, biasanya masyarakat kita mengenal penyakit Leptospirosis dengan sebutan penyakit Pes tikus, penyakit ini sudah lama sering menyerang di kota kita sejak dahulu, tetapi kasus yang dicatat di DKK terus meningkat sejak tahun 2006 ada 31 kasus, kemudian tahun 2007 ada 8 kasus dan terahkir tahun 2008 kemarin melonjak hingga 178 kasus. Jadi di kota kita ini serangan penyakit tikus tampak lebih gencar dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi jika ada kasus yang tidak dilaporkan ke DKK, jelas kasusnya akan lebih banyak dari yang tercatat saat ini ”
“Wah gawat ya mas , padahal siapa yang tidak geli melihat ulah tikus di acara TV kartun Tom and Jery, atau melihat Mickey Mouse, pada film kartun itu tikus tampak lucu dan menyenangkan, sekarang tikus semakin pinter ya” Sahut bu Upik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
” Oya, kemarin anak lelaki saya memberi umpan lem tikus di dapur rumah saya” sahut bu Bejo; kemudian ada tikus yang kena lem tikus, tetapi tak lama kemudian ada tikus lain yang lebih besar membawa plastik bekas bungkus makanan dan menaruhnya di tempat lem tikus itu diletakkan, kemudian tikus besar tersebut dengan sekuat tenaga tampaknya ingin menolong tikus yang terkena lem itu.Wah saya jadi ketawa melihatnya bu”
” Wah memang tikus sekarang sudah pinter, mungkin banyak menonton film kartum Tom and Jerry ya” timpal Andi petugas kesehatan.
Pagi hari itu tampak diskusi yang seru antara ibu-ibu kader kesehatan dan petugas kesehatan yang berasal dari institusi swasta yang memang pendidikannya seorang perawat. Jum’at pagi memang khusus diadakan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk selalu peduli tentang kesehatan lingkungannya dengan cara membersihkan sarang nyamuk. Tetapi pada pagi hari itu, ada topik baru yakni menjaga kesehatan lingkungan dengan cara membersihkan lingkungan agar terbebas dari tikus sehingga akan mengurangi terjadinya penyakit Leptospirosis.
” Mas Andi, bagaimana cara penularan penyakit pes ini ya?” tanya bu Upik
” O ada beberapa cara yakni Secara Langsung : melalui darah, urine, cairan tubuh penderita kemudian dapat melalui hewan yang terkena penyakit ini. Kemudian secara tidak langsung yakni kontak dengan genangan air, sungai, selokan atau saluran air dan lumpur. Biasanya manusia kontak dengan air, tanah/ lumpur, tanaman yg tercemar air seni hewan penderita leptospirosis kemudian bakterinya masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir/mukosa (mata, hidung, atau kulit yang lecet).
Jarang terjadi penularan melalui gigitan binatang atau penularan langsung antara manusia dengan manusia. ”
” O begitu ya mas, Sedangkan hewan yang biasanya membawa penyakit ini apa saja ya, selain tikus ?” tanya bu Upik lagi, memang bu Upik ingin mengetahuinya karena dia mempunyai anak laki-laki berusaia tahun yang senang bermain dengan binatang.
” Selain tikus penyakit ini dibawa oleh babi, sapi, kambing, domba, kuda, kucing, serangga, burung dan insektivora ( landak, kelelawar, tupai) sedangkan rubah dapat menjadi carrier Leptospira. Jadi hati-hati jika mempunyai binatang peliharaan seperti kucing, burung, kuda atau sapi. Biasanya mantri hewan sudah menawari untuk vaksinasi penyakit ini, karena penyaki ini mematikan hewan yang dikenainya, Apalagi hewan kucing yang mahal-mahal biasanya dokter hewan sudah menawari untuk vaksinasi”
” Sedangkan apa tanda-tandanya jika mengenai manusia ya mas?”
” Memang susah untuk menegakkan dignosa dari penyakit ini, biasanya manusia bisa menjadi kuning untuk lepto yang berat dan tidak menjadi kuning jika masih ringan. Tanda-tanda awalnya berupa demam 3 – 7 hari kemudian di iringi dengan nyeri perut sampai mutah, dan tanda khasnya pada bola mata akan tampak kemerahan seperti ada darah di sekitar lensanya, sehingga tampak seperti belekan berat. Untuk Lepto yang berat bisa mengakibatkan kuning di mata dan kulit, kemudian menyerang ginjal menjadi gagal ginjal akut bahkan menyerang jantung menjadi miokarditis. Setelah itu bisa mengakibatkan kematian.Angka kematian penyakit ini cukup tinggi karena menyerang organ-organ penting bagi kehidupan, jadi jangan di sepelekan”
” iih seereem…” terak ibu-ibu secara berbarengan
” Jadi bagaimana dong untuk mencegahnya agar penyakit ini tak menulari kita-kita” Tanya bu Sus, karena dia ketua Dasa Wisma sehingga dia merasa bertanggungjawab agar warganya terbebas dari penyakit ini.
” Tenang ibu-ibu, ada beberapa cara yakni pengaturan kebersihan lingkungan; amati dan bersihkan selokan, saluran air, air tergenang, tempat tampungan air yang terbuka termasuk kolam renang secara rutin, kemudian bersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang tikus, seperti gudang, tempat yang gelap dan kumuh dan jangan lupa selalu membuang sisa-sisa makanan ke tempat sampah diluar rumah agar tikus tidak masuk kedalam rumah untuk mencari sisa-sisa makanan,dan simpan makanan atau bahan makanan di tempat yang aman dari tikus. Jangan lupa selalu memakai alas kaki yang baik jika berhubungan dengan kondisi tempat yang rawan penularan, dan yang terahkir kontrol perkembangbiakan tikus dengan memberi umpan/ perangkap tikus bila kondisi memungkinkan. Jika mempunyai hewan peliharaan segera hubungi dokter atau mantri hewan agar hewannya di berikan suntikan vaksinasi anti Leptospirosis ini.”
” Wah Mas Andi Hebat ya bisa menjelaskan penyakit ini” kagum bu Upik
” O saya baru belajar tadi malam di Internet, saya baru membuka websitenya Klinikita yaitu www.klinikita.co.id, di sana saya banyak belajar tentang kesehatan. Jadi jika ibu-ibu ingin lebih tahu secara banyak tentang penyakit-penyakit lainnya silahkan belajar di internet dan membuka situsnya Klinikita.”
” O… ternyata mas Andi pinter intenet juga ya, saya juga gak ingin kalah deh sama mas Andi, nanti saya sama ibu-ibu juga ingin ke warnet untuk belajar. Betull ibu-ibu…??” teriak bu Upik
” Okeee… oookeee ” sahut ibu-ibu berbarengan.

Facebook Comments

Author: Admin Klinikita

Share This Post On

1 Comment

  1. Selaamt siang Dok, saya ingin bertanya. Jadi mama saya sudah merasakan pusing dan demam sejak 22 Des. Segera melakukan doctor visit namun hanya diberi PCT, pada hari ke-4 doctor visit lagi dan belum dikasih antibiotik padahal mama saya sudah minta di tes darah tapi kata dokternya “sudah tidak apa-apa”, hari ke-10 doctor visit lagi ke rumah sakit yang berbeda tapi tetap saja minta dicek darah ga dikasih. Baru doctor visit ke-4 di rumah sakit yang berbeda lagi tanggal 5 januari diberi antibiotik dan dilakukan tes darah yang menunjukkan positif thypus dan adanya leptospirosis. Ini sudah hari ke 7 diberi i.v antibiotik tapi belum ada pemeriksaan selanjutnya. berarti ini kan sudah 20 hari dari mulai terjadinya serangan pertama (demam), dan baru dapat tindakan setelah hari ke 13, berarti sudah masuk fase imun ya dok? Penyakit ini bisa disembuhkan tidak dok (eradikasi total bakteri penyebab)? kemudian manifestasi klinis yang diakibatkan oleh penyakit ini apakah juga bisa disembuhkan dengan terapi seperti apa? Jika jalan pengobatannya sudah seperti mama saya itu bagaimana diagnosenya dok dan bagaimana tindakan selanjutnya? terimakasih

    Post a Reply

Tinggalkan Balasan