Banyak orang beranggapan bahwa operasi merupakan hal yang mengerikan dan menegangkan. Bagaimana tidak, operasi biasanya dilakukan dikarenakan adanya penyakit/luka serius pada pasien yang memerlukan tindakan berupa pembedahan. Operasi juga terdiri dari operasi besar dan ringan. Meski operasi merupakan penanganan terhadap suatu penyakit, masyarakat di dunia umumnya sangat menghindari hal tersebut karena takut operasi gagal, atau merasa kesakitan setelahnya. Sebenarnya banyak cara penyembuhan dan perawatan pasca operasi, diantaranya melalui menjaga asupan makanan. Ada beberapa makanan yang menjadi pantangan bagi pasien pasca operasi dan adapula yang dianjurkan. Contohnya yang akan dibahas dalam artikel ini, yaitu ikan gabus.

Di wilayah yang memiliki perairan, seperti sungai, rawa, parit dan danau, masih banyak ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein. Salah satunya ikan gabus (Channa striata) yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan ini mudah hidup di perairan yang belum tercemar oleh pestisida. Di alam ikan gabus adalah ikan predator, pemangsa ikan kecil, serangga, anak katak (berudu), keong, cacing dan jenis hewan air lainnya. Ikan gabus dinilai sebagai jenis ikan dengan kandungan protein tertinggi, itulah salah satu alasan mengapa ikan bagus baik bagi penyembuhan luka pasca operasi. Hebatnya, ikan gabus ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting bagi tubuh manusia. Albumin diperlukan tubuh manusia, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicoba untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti kanker, stroke, gagal ginjal, diabetes mellitus hingga pengobatan pasca operasi.

Ikan Gabus juga dikenal mengandung albumin, yaitu bisa mencapai sekitar 6,224 g setiap 100 g daging ikan gabus. Kandungan albumin plus mineral zinc(Zn) yang sebesar 1,7412 mg/100 g pada daging ikan gabus inilah yang terkait dengan proses penyembuhan luka yang lebih baik. Kepopuleran ikan gabus mulai meluas semenjak ada beberapa rumah sakit yang memanfaatkan ikan gabus sebagai sumber albumin bagi pasien yang kekurangan albumin(hipoalbumin), serta untuk terapi pengobatan, mempercepat penyembuhan luka bakar, luka biasa maupun luka pascaoperasi.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Prof. Nurpudji dari Universitas Hasanuddin, Makassar, pemberian 2 kg ikan gabus masak setiap hari kepada pasien pasca operasi akan meningkatkan albumin mereka menjadi normal. Pemberian ekstrak ikan gabus selama 10-14 hari menunjukkan peningkatan albumin hingga 0,6 hingga 0,8 g/dl. Kandungan albumin plus mineral zinc (Zn) dalam tubuh ikan gabus yang sebesar 1,7412 mg/100 g daging inilah yang membantu proses penyembuhan luka lebih cepat. Ekstrak Ikan Gabus telah diuji secara klinis pada pasien pasca – bedah dengan tingkat albumin rendah ( 1,8 g / dl ) .Di Rumah Sakit Umum Dr Syaiful Anwar Malang , Jawa Timur . Pemberian ekstrak Ikan Gabus diperoleh dari 2kg ikan setiap hari meningkatkan albumin ke tingkat normal ( 3,5-5,5 g / dl ) dan lukanya sembuh selama 8 hari tanpa efek samping .

Melihat banyaknya manfaat yang diberikan ikan gabus, banyak orang yang memanfaatkan peluang tersebut sebagai lahan bisnis, yaitu menjual ekstrak albumin ikan gabus. Karena sebagian orang tidak suka repot dengan harus mencari/memancing ikan ganas ini, ataupun repot mengolah ikan. Kehadiran para pebisnis ekstrak albumin ikan gabus ini memang disatu sisi memudahkan kita, namun disisi lain juga meningkatkan kewaspadaan kita, mengapa? Karena kita tidak tahu betul apakah benar bahwa yang kita beli tersebut merupakan albumin ikan gabus asli. Untuk itu, lagi-lagi kita harus menjadi konsumen yang cerdas juga bijak.

Luarbiasanya lagi, ikan gabus ini memiliki banyak manfaat lain selain mempercepat penyembuhan luka pasca operasi, diantaranya yaitu :

  1. Meningkatkan kadar Albumin disaat tubuh kurang albumin dan meningkatkan Sistem Imun Tubuh atau Daya Tahan Tubuh.
  2. Mempercepat proses penyembuhan semua Luka luar dan dalam pada tubuh (Diabet, Pasca Operasi, Luka Bakar, Ibu pasca melahirkan, dll)
  3. Membantu proses penyembuhan pada penyakit: Hepatitis/Sirosis, Kanker, Gagal Ginjal, TBC, Infeksi Paru, Nephrotic syndrome, Tonsilitis, Typus, Diabetes, Patah Tulang, ITP, HIV, Grastitis, Sepsis, Stroke dan Thalasemia Minor.
  4. Suplemen Terbaik untuk Penderita ODHA (HIV/AIDS).
  5. Membantu proses penyembuhan pembengkakan organ tubuh seperti Oedema (Pembengkakan di kedua kaki), bengkak perut, dan lain – lain.
  6. Sebagai asupan Nutrisi Protein Penting serta memperbaiki Gizi Buruk pada Bayi, Anak, Ibu hamil, Ibu Menyusui dan Usia Lanjut atau Manula.
  7. Membantu terapi penyembuhan Anak Autis.
  8. Membantu merevitalisasi kesehatan kulit agar lebih sehat berseri.

Banyak sekali bukan? Siapa sangka ikan dengan bentuk yang menyeramkan tersebut sangat baik bagi kita. Apabila kita hendak mengkonsumsi langsung ikan gabus segar, maka hati-hatilah dalam memelihara ataupun mengolahnya. Karena ikan gabus ini apabila diletakkan di kolam dengan ikan lain, maka akan memangsa ikan yang berada satu kolam dengannya. Di daerah pemasok ikan gabus, mereka juga mengasinkan ikan gabus dengan maksud agar memudahkan dalam proses pengiriman antar pulau dan juga lebih tahan lama. Demikianlah beberapa ulasan mengenai manfaat ikan gabus, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

-Klinikita Berbagi Senang dan Sehat di Tahun 2017-

WhatsApp Klinikita