Cabai atau cabai merah dalam bahasa inggris chili (chili pepper) merupakan tumbuhan anggota genus Capsicum. Cabai dapat dijadikan sebagai sayuran dan bumbu dapur. Rasanya yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Sehingga ada daerah yang setiap masakannya menggunakan cabai sebagai penguat rasa.

Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman setahun yang berbentuk perdu, banyak dibutuhkan manusia sebagai bumbu masak, karena sifat pedasnya yang berasal dari minyak atsirim. Dalam klasifikasi, tanaman cabai termasuk dalam kelas Angiospermae, sub kelas Dicotiledonae, ordo Polimoniales, famili Solanaceae, genus Capsicum dan spesies Capsicum annum L

Menurut Rukmana (1994) jenis-jenis tanaman cabai secara garis besar dibagi menjadi dua jenis yaitu:

A. Cabai kecil

Yang termasuk cabai kecil atau cabai rawit ialah:

1. Cabai Jemprit

Cabai jemprit bentuk buahnya kecil-kecil pendek dan ada pula bentuknya agak bulat. Buah yang muda bewarna hijau , dan yang masak bewarna merah menyala atau tua. Isinya penuh dengan biji. Rasanya pedas sekli karena mengandung minyak aetheris (atsiri) yang sangat tinggi.

2. Cabai Ceplik

Bentuk buahnya sedikit lebih besar dari cabai jemprit. Warna buahnya yang masih muda bewarna hijau sedangkan yang telah masak bewarna merah. Isinya penuh dengan biji, rasanya pedas tetapi tidak sepedas cabai jemprit.

3. Cabai Putih

Bentuk buahnya lebih besar dari cabai ceplik dan memanjang, warna buahnya yang masih muda dan tua tetap bewarna putih, tetapi setelah masak sekali menjadi merah agak kekuning-kuningan. Isinya penuh dengan biji rasanya kurang enak dan tidak sepedas cabai ceplik.

B. Cabai Besar (Capsicum annum L)

Yang termasuk cabai besar antara lain:

1. Cabai Merah

Bentuk buahnya besar, panjang dan meruncing. Warna buahnya yang masih muda hijau dan yang masak bewarna merah. Kulit buahnya agak tipis dan di dalam buahnya banyak terdapat biji, tetapi isinya tidak sepadat seperti cabai kecil. Rasanya pedas akan tetapi tidak sepedas cabai kecil.

2. Cabai Hijau

Bentuk buahnya besar, panjang dan meruncing seperti cabai merah, tetapi ada juga buahnya yang pendek dan gemuk tidak meruncing. Warna buahnya yang muda dan yang tua bewarna hijau, tetapi jika dibiarkan saja masak di pohon menjadi merah tetapi tidak semerah cabai merah. Di dalam buahnya banyak terdapat biji seperti cabai merah.

3. Cabai Bulat (domba, udel)

Bentuk buahnya pendek dan tumpul. Warna buahnya yang muda hijau dan yang masak bewarna merah. Kulit buahnya tebal, daging buahnya kosong dan bijinya tidak sebanyak cabai merah, Rasanya kurang pedas dan sedikit rasa manis.

4. Paprika (Capsicum annum CV. Groscum)

Dilihat dari bentuk buahnya, cabai ini sebenarnya tergolong cabai bulat, tetapi lebih besar buahnya, karena buahnya yang bulat, gemuk dan tumpul itu banyak orang yang menganggapnya sebagai cabai hias. Rasanya tidak begitu pedas bijinya jarang, warnanya hijau seperti cabai hijau ini merupakan tanaman subtropics dan dingin, sesuai dengan daerah asalnya yaitu Amerika.

Cabai memilki beberapa kandungan senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini terdapat pada cabai hijau. Selain itu cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker. Tidak hanya itu cabai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Namun karena rasanya yang pedas, cabai harus dimakan secukupnya saja untuk menghindari nyeri lambung. Berikut beberapa manfaat dari cabai :

  1. Meningkatkan Imunitas

Warna merah cerah pada cabai merupakan sinyal kandungan tinggi beta karoten atau pro vitamin A. Hanya dengan dua sendok teh cabai merah, memberikan sekitar 6% dari nilai harian untuk vitamin C. Selain itu, ditambah dengan lebih dari 10% nilai harian vitamin A. Vitamin A Sering disebut  anti infeksi dan sangat penting untuk membran mukosa yang sehat, yang melapisi saluran hidung, paru-paru, saluran pencernaan dan saluran kemih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap patogen.

  1. Menurunkan Berat Badan

Penelitian medis baru-baru ini telah menunjukkan bahwa kandungan capsaicin, dihydrocapsiate, membantu meningkatkan pengeluaran energi selama beberapa jam setelah konsumsi makanan cabai. Selain itu, rasa  yang kenyang yang diberikan, secara teknis membantu tubuh tetap dalam rencana penurunan berat badan untuk mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

  1. Mengatasi Diabetes

Tingkat insulin yang tinggi berhubungan langsung dengan timbulnya diabetes tipe 2. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan memasukkan 24% cabai secara teratur dimasukkan ke dalam makanan. Peptida juga mendorong hati agar lebih mampu terhadap kelebihan insulin dengan adanya cabai

  1. Meredakan Rasa Sakit

Capsaicin topikal sekarang menjadi pilihan pengobatan yang diakui untuk sakit osteoarthritis. Beberapa studi evaluasi meredakan nyeri tampaknya daftar manfaat capsaicin topikal untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan menonaktifkan kondisi ini.

  1. Meredakan Sakit Kepala

Di antara banyak uji klinis sukses yang telah dilakukan, capsaicin yang dikemas dalam cream Zostrix telah terbukti zap nyeri dipicu oleh sakit kepala cluster dengan memblokir P neuropeptida Zat otak (yang mentransmisikan yang akrab tua ‘aduh’ perasaan) – terutama bila diterapkan dalam lubang hidung dua kali sehari.

  1. Mengurangi Pegal – Pegal Badan

Pada cabe terdapat senyawa kapsisikol yang memberikan rasa hangat alami cabe. Keistimewaan inilah yang dapat membantu bagi penderita pegal-pegal akibat pekerjaan berat. Hal ini membuat cabai, dibuat menjadi obat dalam bentuk koyo yang memudahkan kita untuk mendapat manfaat cabai.

Meskipun pedas rasanya dan tidak semua menyukai rasa pedas, namun nyatanya cabai juga memiliki manfaat seperti di atas yang telah kita baca bersama. Namun dalam mengkonsumsi cabai harus memperhatikan porsi cabai itu sendiri, karena jika terlalu banyak bisa berakibat mengangu kesehatan, kecuali memang bagi penyuka pedas dan sudah terbiasa mengkonsumsi pedas. Demikian yang bisa kami bagi pada kesempatan kali ini. Terimakasih, semoga bermanfaat.

-Klinikita Berbagi Senang & Sehat Di Tahun 2017-

WhatsApp Klinikita